Memilih mesin jahit

Sebulan yang lalu saya dapat allowance dari CEO, yuhuu..membeli mesin jahit. Jadul banget yah allowancenya. Tapi berhubung saya sedang getol-getolnya belajar menjahit  maka ini adalah hadiah istimewa dari belahan jiwa. Tapi ada pesan sponsor “ntar bikinin aku baju ya”. absolutly dear!!, baju sekodipun akan ku buat asal tidak dalam semalam, emangnya eike sangkuriang.

Maka pada hari sabtu pagi kami berangkat ke toko mesin jahit di Jln. Pangeran Jayakarta. tokonya bernama aneka mesin jahit. Sebelumnya saya sempat browsing-browsing beberapa web yang menjual mesin jahit. Tapi berhubung ini new gadget saya inggin merasakannya langsung, Melihat bentuknya, idealnya sih melihat beberapa opsi. Kenapa saya tidak ke daerah toko tiga, karena ribet rutenya terutama bagi saya yang pelanggan setia kereta commuter. Di aneka mesin jahit saya cukup naik kereta commuter dari depok-kota, turun stasiun jayakarta, jalan sekitar 200 meter arah gunung sahari, sampai deh.

Seperti biasa sebelum menentukan membeli model mesin jahit, saya browsing beberapa web mengenai “perjahitan (sewing)”. di about.com dikatakan untuk pemula, mesin jahit yang diperlukan harus memiliki minimal 3 fungsi yaitu jahit lurus, zigzag, jahit mundur dan lubang kancing. Jadi untuk investasi maka mesin jahit model jadul yang hanya bisa jahit lurus saya keluarkan dari wish list, mumpung di bayari ceritanya.

Sesampainya di sana, ketika saya bertanya kepada  pemilik aneka mesin jahit, bukannya di rayu untuk membeli mesin yang di pajang. Sekedar info mesin jahit yang dipajang buuanyak, mulai dari skala rumah tangga sampai industri, untuk pemula seperti saya efeknya panik, persis seperti anak kecil masuk toko permen langsung napsu.com. Beruntungnya Koko Pemilik  aneka mesin jahit memberi buku panduan memilih mesin jahit, bukunya seperti menu di restoran :) . Jadi ada beberapa kritera yang akan menjadi penilaian untuk memilih mesin jahit, ini dia daftarnya.

mesin jahit dan obras

Tentukan kebutuhan
Jauh sebelum memilih mesin jahit, tentukan kebutuhan anda. beda ya kebutuhan dan keinginan. Kalau saya sih ingginnya mesin jahit yang high tech. tetapi kebutuhan untuk penjahit dummies model saya paling-paling jahit lurus. sedikit advance saya bisa bermain dengan variasi dekorasi. sedangkan jahit zigzag bisa berfungsi seperti obras. Kecuali saya ingin membuka usaha garmen, maka biasanya yang di butuhkan adalah mesin skala industri, yang bisa kita perbudak 24/7 non stop :D

Bodi
Mesin jahit jaman sekarang bodi luarnya sudah plastik atau fiber, jadi jika di pajang di ruang tamu dijamin nggak kalah sama pajangan kristal, rata-rata bisa di pindah-pindah, tidak memerlukan meja jahit. Tetapi bodi dalamnya ada yang terbuat dari besi atau dari plastik. Yang terbuat dari besi dijamin akan awet, milik sewing guru saya sudah berusia lebih dari 10 tahun, tetapi harus dirawat dengan benar, diberi minyak dan kekurangannya berat :D minimal 5 kg-an. Yang bodinya plastik cenderung ringan, bisa di tenteng-tenteng mirip laptop.

Rotasi
Saya agak lupa istilahnya, tapi prinsip kerja mesin jahit adalah benang di jarum jahit akan masuk ke dalam mesin yang ada spool (rumah benang berbentuk bulat yang biasanya ada di dalam mesin), dan di lakukan dengan gerakan memutar. Seperti mobil semakin halus bunyinya biasanya mesinnya bagus. Hal ini berlaku juga dengan mesin jahit, Dengarkan ketika dioperasikan, bandingkan bunyinya pilih yang paling halus. he..he.. Kalau saya waktu itu berpikir makin halus makin ok, soalnya kalau malam-malam saya jahit takut digedor tetangga karena berisik. :D , maklum saya tinggal di rumah yang berhimpitan temboknya.

Variasi Jahitan
Pada awalnya saya berpikir semakin banyak variasi jahitan maka semakin bagus, Saya salah. Menurut aneka mesin jahit, jumlah variasi jahitan tidak menentukan apakan mesin jahit tersebut lebih bagus atau lebih buruk. Ada mesin jahit dengan 5 variasi jahitan tetapi harganya 5 juta. Ketika didemokan di depan saya..wwuuiih, suaranya huualus. Putaran mesinnya smooth. No wonder mehong ya boo (baca: mahal). Jadi tetap fokus pada kebutuhan dasar jahit lurus, zigzag, jahit mundur dan lubang kancing.

Spare Parts dan garansi
Dahulu saya kenalnya, mesin jahit ya merek S**NG*R atau B*TT**RFL*, tetapi ternyata banyak merek yang beredar seperti JANOME, TOYOTA, ELNA, YAMAZAKI. Bingung khan?, perlu ditanyakan ketersediaan spare part dan servicenya. Menurut sewing guru saya, mesin jahit kadang-kadang harus dilakukan maintenance terutama jika jahitannya sudah mulai loncat-loncat. Tapi jika dioperasikan dengan lemah lembut, kasih sayang dan sesuai manual book, rata-rata mereka bekerja dengan baik.

Harga
Setelah melakukan survei, untuk mesin jahit dengan kelas yang sama biasanya harganya tidak terpaut jauh. selisih antara 100-300 ribu. Saran saya sih jika budget mefet, fokus pada rotasi bukan variasi jahitan, usahakan merek yang familiar. Saya melakukan pengecekan familiar atau tidak, dengan browsing di web produsen mesin tersebut atau di youtube. Asumsi saya kalau di youtube banyak video how to, paling tidak ok lah. Banyak dipakai orang di dunia, sekalian gampang cari ilmunya. Faktor lainnya adalah jika di web mesin tersebut update (IT banget ya..), ditambah lagi mereka menampilkan contoh-contoh project yang dikerjakan, saya hanya berasumsi bahwa produsen mesin ini care terhadap customernya, buktinya nggak pelit membagi  ilmu.

Manual Book
CEO selalu berpesan read the manual book first, jadi memilih mesin jahit yang memberikan manual book buat saya hukumnya wajib. Pertama karena saya pelupa jika di ajari, kedua saya harus tahu bagaimana mengoperasikan mesin jahit tersebut. terutama cara menggunakan tombol-tombol, trouble shooting dan jenis jarum tertentu yang harus dipakai.

Mesin jahit china
dipasaran juga banyak mesin jahit merk china, bukan bermaksud diskriminasi, tetapi terus terang saya agak kesulitan membaca huruf china di web mereka. Jadi mesin jahit china saya coret dari daftar. Kalau soal harga relatif.

Setelah hampir 2 jam saya dan CEO memilih, akhirnya saya jatuh hati pada Janome J3-24, Eh, tidak disangka CEO ngasih bonus beli mesin obras (serger). Akhirnya saya pilih Elna 664, ditambah sedikit rayuan, saya juga dibelikan meja jahit kekkeke.. tetapi sesampainya di meja kasir tampang CEO sudah mirip benang kusut :Dthanks honey for the precious allowance.

**CEO : suami saya, heru tri **