Ketika saya diminta tante wiwi untuk berbagi cerita untuk menutup tahun 2011, saya senyum-senyum panik. Permintaan tante saya menulis  “succes story“. Sebagai murid lulusan tingkat dasar, “succes story” seperti todongan AK 47 di jidat. Menyeramkan!!

Saya menemukan kursus tata busana wiwi lewat internet, sama seperti murid lain. Keinginan ini saya pendam hampir 6 bulan. Sampai akhirnya saya mendaftarkan diri. Lama bener nyimpennya?. Iya..pertama biaya kursus yang jumlahnya cukup besar buat saya, pertimbangan lainnya waktu yang harus di sesuaikan. Tetapi motif terbesar kursus menjahit adalah kondisi perusahaan yang gonjang-ganjing. Saat itu pikiran terburuk saya jika sampai kena PHK, paling tidak saya bisa terima permak di rumah, lumayan buat tambahan bayar imunisasi. ;)

kursus tata busana wiwi

kursus tata busana wiwi

Hari-hari kursus selalu penuh warna, materi yang diluar bayangan. Asumsi saya kursus menjahit ya langsung menjahit (hayoo..ngaku). Tetapi disini saya belajar menggambar, mengukur, menghitung terakhir baru menjahit. Lebih dari itu tante mengajarkan mengenali klien, membangun hubungan, ketelitian, konsistensi dan ketekunan. Baju bagus adalah hasil. Sebelumnya banyak proses yang harus dilalui.

Perusahaan tempat saya bekerja masih tetap beroperasi, dan saya masih bekerja part time. Tetapi saya memberanikan diri membuka pintu lain. Dengan sejumput bekal dari tante, saya membuka usaha jahit (www.tokofya.com). Menjual baju-baju buatan sendiri dan belajar mempunyai pegawai.

Mimpi besar saya tumbuh bersemi setiap sesi les. Dibumbui cerita teman-teman dengan clothing line mereka, Serunya berburu bahan dan pernak-pernik. Berbagi kegundahan ketika sesi pasang lengan dan kerah. Saling mengirimkan kode ketika tante mulai mengeluarkan didikan ala ”belanda” yang membuat jiper.

Jalan masih terbentang panjang, saya yakin akan penuh tikungan, kelokan tajam dan terjal-terjal bebatuan. Tetapi saya beruntung mengenal dan memiliki mentor tante wiwi. Mengikuti Kursus tata busana wiwi adalah jalan membuka pintu lain buat saya.

Selamat tahun baru 2012

 *”When you are really good at that one thing,
people will want to pay you for it or to learn how you do it” (Leo Babauta-http://zenhabits.net)*

Tentang Penulis

Farida Purnaminingrum

Seorang ibu dengan 2 krucil yang super heboh, nyambi sebagai web developer, sambil curi-curi waktu menjahit.

12 Responses to Kursus menjahit, perjalanan menemukan pintu lain

  1. pinkina mengatakan:

    pengennnnnnnnnnnnnnnnn bangettttttttttt kursus jait :(

  2. novikris mengatakan:

    Sama viiink.. pingiin banget. Setidaknya bisa motong celana rafa yg kepanjangan ato nambal celana yg sobek krn terlalu aktif di skul.. gak dikit2 ke tukang permak :-D

  3. Yani mengatakan:

    Top markotop wesss…..
    Aku dari dulu jg pingin. Udh nelp2 Juliana Jaya segala. Tp masih maju mundur terus. Apalagi lampunya masih kadang ijo kadang kuning hahahaha
    Semoga di th2012 nanti makin sukses terbuka lebar pintu lainnya ini ya, mbak! Semangat! :)

  4. yuanita mengatakan:

    hiiks, pengen banget kursus jahit, tapi bingung di Surabaya yang bagus apa ya? Kursus menjahit Tante Wiwi kan adanya cuma di Jakarta

  5. Yani di Bali mengatakan:

    Mba saya di Denpasar , berminat belajar secara online , bagaimana manfaat nya bila belajar secara online ?..

    • Farida Purnaminingrum mengatakan:

      Dear mba yani,

      terus terang saya tidak tahu mekanisme belajar secara online. secara teknologi bisa ya..tapi benar-benar harus mandiri. Apa tidak menutup kemungkinan mencari kursus yang di sekitar situ mba, masak se denpasar nggak ada :D . ?. Sambil nunggu ketemu kursus coba mba yani browsing di http://www.burdastyle.com atau di about.com bagian sewing lumayan buat pemanasan belajar menjahit.

  6. Lidya Tiaka mengatakan:

    wah seru!!!! bagi ibu-ibu yang dah punya ekor mmg harus kreatif yac. ku juga lagi kursus jahit di daerah ku , sambil berbisnis online …. semoga cepat deh terwujud mau buka usaha konfeksi he..he…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>