Suatu sore saya gtalk dengan CEO, seperti biasa saya menanyakan “Mau pulang jam berapa, sore atau malam?”. Sore itu dia menjawab “Belum tahu, ini masih meeting”. Saya membalas “Kalau ada tanda-tanda sore, kasih tahu ya”, sambil dihati berharap meeting selesai sore hari, dan kami bisa hide away. Nongkrong sejenak, ngobrol dan nyemil di warung langganan dalam perjalanan pulang. Bayangan indahnya adalah CEO menjawab “Ok, nanti dikasih tahu”. Faktanya CEO tercinta saya ini menjawab “Anggap saja malam” (baca : nggak usah di tungguin deh). Kalau saya pengantin baru, dijamin menangis teriris-iris, saya kasih perhatian kok kekasih hati ini cuek bebek, lenggang kangkung :D

Setelah 5 tahun bersama si Mr.cuek bebek ini saya sudah terbiasa. Terutama banyak belajar dari cara beliau memanage stress. Beberapa bisa mulai saya jalani. Selebihnya sih, dalam tahap belajar meskipun setengah gondhok :D . Beberapa sahabat kami sering curcol ke saya, bagaimana nyantainya CEO. Orangnya bener-bener kura-kura kuadrat dan tanpa ekspresi. Beberapa sahabat malah menjudge beliau tanpa ambisi. Sebagian hati saya sering mengiyakan. Tapi kemudian setelah dapat training siang malam, nyantai juga ya kayak dia. ini dia prinsip kerja kura-kura beliau

liburan keluarga

Tidak menjadi nomer satu
Entah dapat dari mana jargon ini, Sepertinya dari motivator terkenal. Tidak menjadi nomer satu membuat kami menikmati proses. Mengkhusu’kan diri dan fokus dengan proses. Logikanya sih hanya 1 orang yang jadi nomer satu. Yang lainnya akan jadi nomer kesekian. Kalaupun akhirnya kami menjadi nomer terakhir sepertinya bukan soal, karena momentum proses lebih melegakan dari pada hasil akhirnya. Prakteknya benar-benar membuat santai he..he.. Saya tidak senewen lagi kalau ketinggalan kereta walaupun sudah berangkat tepat waktu. tips nomer satu ini lumayan mengurangi kerutan di wajah.

Buanglah harapan pada sesuatu
Timbal balik, tanggapan atau apresiasi seringkali tidak pernah sama dengan yang kita harapkan. Dan CEO berpesan mayoritas harapan kita terhadap tanggapan orang lain atau hasil akhir tidak masuk akal. Logikanya jika kita bekerja keras, akan dapat apresiasi, bisa bonus, posisi atau apalah. Kenyataannya? tetap harus kerja lebih keras, kadang-kadang hasil kerja diakui oleh orang lain. Akhirnya saya semakin stress. Jadi pesan beliau buang jauh-jauh harapan terhadap sesuatu, kerjakan saja.

Fokus pada pengalaman bukan nilai
Saya tergolong makhluk konsumtif tingkat tinggi :D , Sebagai perempuan, mana ada sih yang tidak suka barang bagus. Sayangnya barang bagus berkorelasi dengan harga yang bagus, hebohnya lagi semua saya mau. Beberapa membuat saya bahagia tapi beberapa malah membuat semakin saya senewen. Jika kadar kesenewenan saya mulai over dosis berefek pada krucil. Sampai suatu hari CEO menegur saya “Bu.. barang itu bukan nilai yang membuat kita bahagia tapi pengalamannya” dan saat itu juga saya tertohok habis. “Lebih berharga mana dompet barumu atau keingin tahuan anin membongkarnya?, kalau tidak boleh dimainkan, amankan di luar jangkauan mereka”. saya tidak menjawab, sejak hari itu saya berjanji akan melihat sesuatu lebih dari label harga.

Good but not perfect
Saya ingat ketika kami pindah rumah, CEO senewen gara-gara lantai kami tidak siku. berbulan-bulan masalah ini beliau ungkit-ungkit sampai entah dapat wangsit dari mana beliau berkata, “Ya elah bu, ngapain juga aku senewen ya”. Toh rumahnya juga berdiri bagus, bisa kita tempati tepat waktu. Saya senyum-senyum sebal “Yaelah kemane ajee, mangg??!”. Perfect is the enemy of good. Mengejar kesempurnaan adalah hal yang mustahil, beberapa orang mungkin dianugerahi kemampuan membuat sesuatu dengan sempurna, Pablo Picasso misalnya. Tapi ukuran manusia model saya, fiiiuhh bisa jadi saja sudah syukur alhamdulillah. Dan mengerjakan sampai tahap good tanpa embel-embel perfect membuat kami sedikit bernafas dengan longgar.

Fokus Free
Komitmen kita banyak, apalagi jika sudah mempunyai anak. Komitmen terhadap pekerjaan, pasangan, teman, anak, orang tua dan lingkungan. Butuh banyak sekali tenaga. Jika tidak benar-benar memanage dengan baik, percayalah di akhir hari seringkali itu membuat kita kelelahan, belum lagi serbuan informasi, sms, bbm, ym, twitter, facebook, gosip. Fiuuh.. untungnya otak saya bukan buatan manusia, Kalau iya sudah sejak lama berasap. CEO seringkali berwejang “Fokus bu, fokus terhadap apa ya kamu hadapi”. “Jika sama anak ya fokus ke anak, Kalau memang mau nulis ya mata ke laptop, nggak usah bolak-balik lihat tv!”. Dalam hati jiiiah.. di jaman multi tasking gini saya disuruh singgle tasking please deh.

Tetapi berpindah dari satu task ke task yang lain ternyata membuat saya kelelahan terkadang malah menjerumuskan saya ke level depresi tingkat rendah :( (. Memang ada beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan sekaligus. Tetapi mayoritas hanya bisa saya lakukan dengan cepat dan benar jika fokus. Dan lagi-lagi saya mengamini wejangan CEO.

Jadi jika anda bertemu pria yang berjalan bak kura-kura, jarang mengejar kereta dan selalu tampak santai di stasiun sudirman. yupp that’s my CEO. yang banyak mengajari saya managemen stress.

Jika anda berminat mempraktekkannya juga, saya tidak bertanggung jawab terhadap efek sampingnya. Seperti pada label obat tertera peringatan “efek samping berbeda-beda tiap orang”.. he..he

Berlabel:
 
Tentang Penulis

Farida Purnaminingrum

Seorang ibu dengan 2 krucil yang super heboh, nyambi sebagai web developer, sambil curi-curi waktu menjahit.

4 Responses to Management stress ala kami

  1. pinkina mengatakan:

    apa semua pria kayak gitu yha ???

  2. Farida Purnaminingrum mengatakan:

    hahha…udah OS nya kali ving, nggak mungkin reinstall atau upgrade. bisanya cuma di operate dengan setulus hati dan segunung kesabaran kikik

    ps : say aku nggak bisa komen balik di blogmu. entah kenapa

  3. yulia mengatakan:

    Salam kenal ya mbk, dari iseng nyari info sekolah kejar paket saya jd bnyak baca catatan nya dan trnyata banyak sekali menginspirasi. Terima kasih sudah berbagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>