Sebagai pengguna transportasi umum bertemu atau melihat pencopet beraksi di metromini, bus bahkan angkot adalah hal jamak bagi saya. Seperti pagi ini segerombolan pencopet, sekedar informasi pencopet yang beraksi di jakarta tidak perorangan mereka bekerja secara team dengan jumlah minimal 4 orang biasanya yang saya temui 7 orang. syereeemmm khan?.. Pagi ini saya melihat aksi mereka di metromini saya tercinta 640 (dulu 604) jurusan tanah abang-pasar minggu. Syukur Alhamdulillah sampai hari ini saya tidak menjadi korban mereka (amit-amit..ketok-ketok meja). Jadi saya ingin berbagi informasi ciri-ciri pencopet yang saya observasi (jiiah bahasanya) selama lebih dari 5 tahun menggunakan transportasi umum.
Jadwal kerja pencopetan
Mereka mempunyai jam kerja. Coba tebak jam berapa mereka beraksi? yuuppss.. jam berangkat dan pulang kantor. Antara jam 6.30 sampai dengan 09.00, sorenya 16.00 – selesai tergantung tingkat kemacetan jakarta. Semakin macet mereka akan lembur, secara kalau sudah macet metromini atau bus penuhnya ampuunn..
Jalur rawan copet
Karena jalur saya antara sudirman-blok m atau sudirman-gatot subroto saya tidak bisa memberi info untuk jalur lain. he..he. Biasanya pencopet naik dari terminal senin. Menggunakan metromini P15 atau bus ekonomi dari terminal senin, berpindah di halte tosari atau dukuh atas kemudian naik ke grogol, blok m atau pasar minggu. Perhentian berikutnya adalah halte semanggi, atmajaya atau komdak. Di situ mereka akan turun untuk berganti bus. Tetapi apabila bus yang mereka tumpangi sepertinya tidak “memadai” maka akan berpindah di mana saja.
Kostum pencopet
Jangan bayangkan pencopet berpakaian kumal, he..he . Maling di white collar aja kuereennyya luar biasa (ups). Kostum mereka seperti orang kantoran. Cuma yang selalu saya amati, ujung dan pinggiran kuku mereka hitam-hitam. efek dari berada di jalanan sepanjang hari. Tidak mungkin khan jika pekerja kantoran kukunya hitam, kecuali bekerja di perusahaan tinta. Seringkali kostum mereka agak lusuh. Dan tampang mereka kurang segar serta waspada.. bedakan dengan tampang abis bangun tidur. Agak susah menjelaskan. Bagian pengambil biasanya memakai jaket.
Pembagian area operasi
Ketika anda melihat segerombolan orang naik bus, coba perhatian apakah mereka langsung menyebar di dalam bus, jika ya? pasti mereka adalah pencopet. Sebagai asumsi jika segerombolan orang berteman dan naik bus maka kecenderungan adalah duduk berdekatan untuk mengobrol. Kalau mereka ini menyebar, bagian depan dan belakang dekat pintu serta tengah, ciri lain meskipun menyebar mereka tetap kontak mata untuk mengirim kode-kode rahasia.
Saatnya beraksi
Para pencopet ini beraksi ketika penumpang ingin turun, triknya adalah menghalangi anda untuk turun dengan pasang badan di depan pintu, kemudian anggota yang lain akan mengalihkan perhatian misalnya mengatakan barang jatuh dan team yang di belakang akan beraksi mengerayangi tas anda. Ini jika di bus. Beberapa saat lalu saya juga mengamati pencopet yang beraksi di jembatan penyeberangan (jembatan patra dan jembatan atmajaya). biasanya ada 4 orang, 1 orang akan menghalangi jalan anda. ketika anda sibuk mencari celah menyalip dengan memelankan langkah maka orang di belakang anda akan beraksi. Di tengah jembatan ada penadah yang menerima hasil aksi. canggih khan? benar-benar kerja team.
Khusus pencopet di dalam angkot
Mengingat sempitnya area operasi di angkot, jumlah team mereka lebih kecil biasanya 3 orang. 2 orang akan mengepung anda, satu orang berjaga di pintu. 1 orang akan berpura-pura sakit dan ingin muntah yang diarahkan kepada anda. Ketika anda sibuk menghindari arah muntahan, satu orang beraksi mmengerayangi tas anda. Ketika selesai mereka akan turun tiba-tiba. Biasanya mereka beraksi di angkot yang agak kosong dan di jalur yang sepi, jam kerjanya berbanding terbalik dengan pencopet di bus.

ya iyalah ..setiap saya terjebak dengan mereka saya dag dig der, dengan team 7 orang itu. tidak heran penumpang yang melihat aksi pencopetan hanya bisa diam. Kalau kita berteriak bisa-bisa kita yang dibilang pencopet dan seperti berita di harian nonstop atau poskota bisa-bisa kita di gebuk massa.
Pisahkan uang anda dan berhenti sejenak bermain dengan gadget
Untuk kaum adam ini agak ribet, secara dompetnya cuma itu-itu saja. (ha..ha). CEO selalu memisahkan uang untuk ongkos transport dan biasanya di taruh di saku, sedangkan dompet di taruh di saku celana yang memiliki kedalaman agak lumayan
. Jika membayar ongkos tidak perlu menjembreng dompet.Tapi jika kita kaum hawa siapkan dompet kecil untuk uang transport yang mudah di cari, pengalaman saya, kaum hawa suka membawa tas lebih dari satu dan pastinya huueboh kalau harus mencari uang receh. Simpan dompet di tempat yang agak tersembunyi. Kadangkala mereka bisa menggunakan silet untuk membobol tas anda.
Letakkan tas di depan
Mau tas punggung, tote bag, tas sepatu bahkan tas kresek selama itu berisi barang berharga, setiap turun dan naik bus yang anda tengarai ada pencopet letakkan di depan anda, jangan perdulikan jika ada orang yang mengatakan barang anda jatuh.
Turun di pintu yang ada kondekturnya
Jika memungkinkan cobalah turun di mana kondektur berdiri, ini adalah tempat yang agak aman untuk meloloskan diri. Trik ini bisa di jalankan apabila kondisi bus agak kosong.
Segera pindah bus
Begitu mereka naik dan sibuk mengatur posisi, segera anda turun, lebih baik kehilangan ongkos 2000 perak daripada handphone atau dompet melayang. Cuekin saja omelan kondektur atau sopir yang memaki anda kenapa tidak turun dari tadi.
Percayai insting anda
Setiap ada pencopet yang bergabung di bus yang saya naiki, entah kenapa saya jadi deg-deg’an. setelah saya amati memang benar ada pencopet. Jadi jika anda merasa ada yang salah dengan penumpang yang baru naik. turun saja.
Khusus untuk bepergian rombongan
Jika anda hendak bepergian secara berombongan, misalkan dengan tante, om, keponakan dan sepupu usahakan hindari jam operasional pencopet, tips lainnya berdoa.
Untuk pengguna krl jabodetabek
Hindari menggunakan gadget ketika anda sedang menunggu kereta dan berdiri di dekat jalur kereta, pertama bahaya ya booo!!!.. kereta datang kita nggak konsen. kedua modus operandi pencopet kereta adalah merebut gadget anda ketika kereta yang dia tumpangi hendak berjalan. efeknya anda kaget dan cuma bisa bengong. Sedangkan pencopet paling melambai sambil bilang “bye…bye”
Semoga hasil observasi saya bermanfaat, pesan saya tetap waspada dan jangan lupa “enjoy your ride..”
terinspirasi oleh :
- kejadian pagi ini
- white collar
- the leverage
- criminal mind







hahahaha….nice post mbak
iso2ne posting ngenean
wakakkaa..aku nulis ambek deg-deg’an engko di kiro aku mantan copet
anyway… makasih ya sudah mampir
wah.. nice post mbak Farida..
sebelumnya slm kenal ya..
boleh ijin copas kah?..
mungkin bisa sedikit mengingatkan kawan2 diluar sana yang sama2 naik angkot..
hehe
salam kenal kembali mba ayu.. wah saya tersanjung kalau sampai di copas… monggo semoga berguna untuk kita semua