Disuatu sore yang cerah, di sebuah hypermart, dengan backsound lagu-lagu "inbox" terlihat pasangan pasutri. Sang istri berbisik "Yah, saldo di rekening tinggal xx rupiah". Sang suami dengan muka terkejut menjawab "looh..baru tanggal segini!!". Jika anda menjadi sang istri perasaan yang pertama kali muncul biasanya "Dasar laki-laki, kebutuhan rumah tangga itu banyak!! nggak ngerti apa saya sudah seperti sirkus ngaturnya.. enak aja bilang di buat apa saja". Lain soal apabila anda sang suami, dalam pikiran anda pasti "gile..bini gue, tanggal segini udah minim. buat belanja apa aja. Nggak lihat apa udah banting tulang kerja. Enak bener ngabisinnya"
. Tapi kembali ke adegan semula yang notabene adegan saya dengan CEO. saya dengan tersenyum dan mengapai lengannya, jiahh..sok romantis, saya berbisik "tunggu emailku ya say..". CEO cuma manggut-manggut , puyeng tiap saya kirim email laporan keuangan ha..ha…
Dulu, setidaknya 6 bulan yang lalu membuat budget bulanan dan mencatat semua pengeluaran yang saya lakukan adalah hal yang amat sangat mustahil, hampir membencinya malah. Apabila saya melihat seseorang mencatat setiap sen pengeluarannya dalam hati saya berkata "Buset..nih orang perhitungan banget!!". Alasan lainnya ribetttt, uang juga cuma segitu-segitunya. Selepas terima gajian, langsung membayar pos-pos pengeluaran rutin. Sisanya untuk operasional harian. Nabung kalau ada sisa (baca: amat sangat jarang)
. Tidak sesuai banget khan dengan para petuah financial planner.
Tetapi apa yang membuat saya berubah?!..karena saya malas berdebat dengan CEO. Kami adalah pasangan Mrs. Spending vs Mr. Saving. CEO orangnya mirip bibi titi teliti a.k.a bibinya si bobo. Setiap akhir bulan biasanya kami "berdiskusi" yang ketiban pulung kebiasaan spending saya. Beliau sih jarang marah cuma petuahnya itu looh "mengigit", yang kenal CEO pasti tahu deh..smash’an kata-katanya.
Akhirnya saya putuskan membuat budget bulanan. Saya tulis semua yang akan saya lakukan untuk bulan depan.Saya kirim email ke beliau. Begitu beliau bilang ok approved. Saya berusaha untuk patuh pada budget bulanan. Sayangnya, budget tinggal budget he..he. Saya tidak pernah menulis pengeluaran sesungguhnya. Biasanya di file budget hanya berisi pengeluaran yang berhubungan dengan pembayaran tagihan (listrik, telp, internet dsb). Untuk pengeluaran harian dan belanja-belanji saya he..he tak ada di catatan. Hasilnya teuteppp… saya dapat hasil "diskusi" di akhir bulan.
Sampai pada suatu hari, saya bengong di krl. utak-atik hp. eh ada excellnya. sejak itulah saya catat semua pengeluaran. Pencatatan dilakukan setiap tuh hp ada di tangan, berarti minimal sehari sekali. Catatan tidak nyontek budget, sebodo amat saya dianggap boros. Saya hanya ingin tahu sebenarnya dimana sih yang membuat kami tekor setiap bulan. Di akhir bulan saya buat rekapnya. yupee saya punya amunisi ketika harus "diskusi" dengan CEO. Dan diskusi kali ini lebih romantis. Saya tahu bagian-bagian kejutan dari budget. Sejak saat itu saya menjadi sedikit mencintai mencatat pengeluaran. he..he.. Efeknya CEO lebih manis ke saya setiap akhir bulan. Ada diskusi ketika pos mengelembung tiba-tiba atau malah sisa banyak (ngarep.com). Soalnya kalau beliau mulai "smash" jurus saya ya itu .."tunggu emailku ya.. my sweet heart" dijamin jiperrr!!

Jika anda ingin lebih "mesra" dengan pasangan mengenai pengeluaran bulanan, sttt..menurut yang saya baca pasangan suami istri lebih terbuka berbicara mengenai hubungan intim dari pada kebiasaan finansial mereka (source : forbes.com, getrichslowly.org, about.com) ini dia sedikit tips dari saya:
Buat budget dan catatan pengeluaran sesederhana mungkin
Dulu saya pikir ketika menggunakan software yang canggih membuat saya "tertantang" kenyataanya "preet…!!" begitu saya stuck secepat itu pula acara mencatat terlupakan. Coba berbagai macam metode yang cocok untuk kita. Untuk saya membuat budget di excell dan mencatat pengeluaran di handphone mujarab, untuk anda mungkin berbeda. Ada banyak software yang lucu dan canggih-cangiih di luar sana, ada untuk pc dan ada untuh gadget anda. Apalagi kalau handphone ada model smartphone wuiich bejibun. Kalau anda model konvensional gunakan amplop. sahabat saya (vivink) sukses menggunakan metode amplop ini. kalau kata dia sih nggak ribet nyatat. Tapi ingat ya..sistem amplop benar-benar menggunakan keteguhan hati dan menjauhi mesin ATM.
Berpikirlah tahunan
Saya baru melakukan budget 6 bulanan, tapi baru nyadar kalau setiap januari saya di suruh membuat budget divisi tahunan, Gusti..kemana saja saya selama ini!. Budget tahunan membuat saya berpikir lebih luas. artinya ada pos-pos pendapatan diluar gaji bulanan (mis : thr, bonus) dan tentu saja ada pos-pos pengeluaran kejutan (mudik, liburan, anak masuk sekolah). Jadi saya bisa melakukan persiapan. Ibarat ujian saya sudah pegang kisi-kisinya. Selain itu membuat saya dan CEO bisa bermimpi dengan kondisi finansial kami.
Tetaplah pada kenyataan
Petuah bijak mengatakan "uang cukup di tangan, jangan di masukkan ke hati". Segala macam keputusan finansial seyogyanya dilakukan dengan rasional, kata financial planner. Tapi setelah dipraktekkan memang benar. budget bulan depan di buat dengan data bulan ini dan catatan pengeluaran dibuat untuk uang yang di keluarkan. Jadi tidak ada kata andai..andai saya naik gaji, andai ada bonus dsb. Saya ingat betul pada suatu hari teman saya bercerita mengenai kredit motor yang dia ambil. ketika saya bertanya kok berani ambil kredit padahal khan sudah tahu nggak bakalan cukup. Dengan entengnya dia menjawab "Khan, katanya kita bakalan naik gaji". "Gubrak!!!".. sumpah asli saya bengong. Untung nggak ada makhluk alam lain yang lewat, bisa kesambet saya.
Buat menjadi kebiasaan
Harus ada pertama kali untuk menjadi kebiasaan begitu kata CEO kepada saya kalau saya mulai bersilat lidah untuk melakukan sesuatu. Jadi kalau tidak sekarang ya kapan lagi. lakukan sekarang, buat reminder di hp. buat saja.. jangan merasa di hakimi. toh tidak ada ruginya mencatat.
Dan seperti salah satu jargon di web yang saya baca "when it comes to your money, no one cares about it as much as you do". Jadi happy budgeting…hope you’ll love it.
referensi :
- www.about.com
- www.forbes.com
- www.getrichslowly.org
- buku the money: your missing manual
(author : JD. Roth)







hihihihi…jadi malu, namaku kok ditulis disitu
jadi istri emang harus cermat. sampeyan kiy walikan kr aku, bojoku sing buorosss naudzubillah
wakak..that’s why kalian berjodoh ya..ciinnn