Anda terlilit hutang kartu kredit? tenang, saya juga!!. Saya memberanikan diri untuk bercerita karena ada semacam kelegaan bahwa akhirnya saya berani juga mengakuinya. Berapa hutang kartu kredit saya? sekitar 2 digit dalam jutaan rupiah..BUUUAANYAK BUUANGET menurut ukuran saya, yang hidup hanya dari uang gaji bulanan. jumlah kartu kredit yang saya miliki 2 buah. keduanya dari C*T*BANK. Kok bisa hutang begitu banyak, belanja? travelling? ..kalau yang ini saya tidak akan cerita buat apa :D

Saya memiliki kartu kredit sejak tahun 2002, hubungan saya dengan dia dipenuhi dengan benci dan cinta, semakin lama hubungan kami semakin complicated. Sejak tagihan saya mencapai 2 digit dalam jutaan rupiah, saya semakin merasa terjerumus. setiap bulan tagihan saya bayar dengan minimum pembayaran, tetapi bulan berikutnya saldo tagihan tidak beringsut sama sekali. benar-benar lingkaran setan.

Sampai suatu hari saya ngobrol dengan teman satu kantor dan beliau memberikan tips yang menurut saya berhasil. Sedikit info pada tahun 2010 saya berhasil melunasi 1 kartu kredit dan bulan maret 2011 ini tagihan kartu kredit saya akan NOL..ZERO..KOSONG. Alhamdulillah puji syukur hutang saya lunas!!!..tidak sabar menunggu bulan itu…

berikut adalah cara melunasi hutang kartu kredit dan beberapa tips memilih kartu kredit ala saya :

Cari merchant yang bisa tarik tunai langsung
Jika memiliki lebih dari satu kartu kredit, yang satu limitnya masih banyak, cari merchant yang melayani tarik tunai tetapi seolah-olah kita membeli barang. beda dengan tarik tunai yang di atm. Jika di atm selain kena fee charge, bunganya juga lebih tinggi. Merchant ini sering iklan di koran. Tarik tunai kemudian bayarkan ke tagihan kartu dengan tagihan lebih besar atau bunga paling tinggi. Kemudian dari transaksi tarik tunai ini hubungi provider untuk diubah menjadi cicilan tetap dengan tenor tertentu. Setelah itu simpan kartu anda, kalau perlu peti es-kan.

Keuntungannya, bunga lebih kecil tetapi anda harus membayar cicilan tetap, lupakan minimum payment. selain itu terlihat progress pembayaran utang, buat saya ini lebih melegakan melihat sisa cicilan dari pada tagihan yang tidak bergerak di lembar penagihan.


kartu_kredit.jpg

Datangi Bank Penerbit

Anda benar-benar sudah kehabisan akal, lelah dengan debt collector?. Datangi Bank penerbit bagian customer service. Sampaikan niat baik anda untuk melunasi hutang kartu anda, Pertama kali anda akan di maki-maki jika sedikit beruntung makian itu bukan berupa “penghuni kebun binatang”.

Tetap teguh dengan prinsip cicilan yang mampu anda bayar dan niat anda membayar, jangan lupa minta potongan bunga!! khan hutang kita sudah beranak pinak. Biasanya Bank akan memberi solusi dan di terbitkan surat mengenai cicilan yang harus di bayar. INGAT!! jangan pernah telat membayar. segera gunting kartu kredit anda, toh sudah tidak di perlukan lagi. sekarang saatnya membayar hutang.

Jangan tergoda membuat kartu baru
Enaknya punya kartu kredit, kredit report anda sudah tercantum di BI. biasanya jika kredit report anda bagus (tapi ini bukan jaminan) telp anda akan berdering-dering dengan tawaran upgrade limit kartu, tambahan kartu baru dengan bebas iuran tahunan dsb..dsb kalau kita bilang tidak mba-mba di ujung menggunakan kalimat sakti "tidak di coba dulu pak/bu, sayang loh tawarannya"..

Jangan pernah tergoda saya ulangi jangan tergoda!! meskipun sang penelepon bersuara serak-serak seksi bak penyiar favorit saya di cosmopolitanfm. cukup bilang "maaf tidak dan saya sedang sibuk". tutup telp, tidak perlu berusaha bersikap sopan. toh kalau kita terlilit utang mereka juga tidak pernah bersikap sopan pada kita.

Jangan tergoda dengan cash back atau double/triple poin
Prinsipnya cash back, double poin atau sejenisnya adalah akan kita dapat jika kita melakukan pembelian bahasa sederhananya "hare genee tidak ada yang gratis!!". Jika anda mempunyai kartu kredit yang memberikan cash back coba bayangkan seberapa sering kartu tersebut di gunakan di merchant yang memberikan cash back. saya berani bertaruh tidak sebulan sekali. Kalaupun untuk belanja bulanan cash back yang diberikan tidak significant. ingat tujuannya adalah mengurangi hutang bukan menampah poin rewards.

Tinggalkan kartu kredit di rumah
Sejak berniat untuk melunasinya, saya tidak pernah membawa kartu kredit di dompet, isi dompet saya hanya ktp dan kartu asuransi kesehatan dari kantor. Kalau ada keadaan darurat bagaimana? biasanya saya menghubungi CEO. Keadaan darurat tidak terjadi seminggu sekali, bandingkan dengan kejadian gesek kartu. Jika ingin membeli barang dalam jumlah besar saya harus merencanakannya, Jika menginginkan membeli biasanya alih-alih langsung membeli saya hanya membayangkan, ujung-ujungnya tidak jadi beli. Jika benar-benar menginginkannya saya harus menabung sampai kriting.

Gunakan point reward untuk membayar iuran tahunan

Berapa iuran tahunan anda, 150-200 ribu? berapa poin reward anda? pasti jarang memperhatikannya di lembar penagihan?, seringkali tagihan kartu kredit dikirim dengan catalog poin reward, baik berupa diskon dengan poin atau tukar poin. Jika poin ada buuuuanyak misal 100,000 bolehlah di tukar. khan gratis ini. tapi apabila poin anda minimal seperti saya, usahakan untuk menukarnya dengan iuran tahunan. bayangkan jika iuran tahunan tidak di bayar.. menambah saldo hutang kemudian di hitung bunga.. makin puyeng khan?!

Segera buang catalog promosi
Saya tidak pernah melihat catalog promosi kartu kredit. pertama karena membuat saya tergoda berbelanja, ke dua harganya lebih mahal dari harga pasaran apalagi tawaran cicilannya sepertinya murah tapi coba ambil kalkulator anda akan tercengang. jadi tidak ada alasan saya harus menyimpannya khan?.

Jangan tunggu tagihan datang
Segera daftar pemberitahuan tagihan via email bahasa kerennya e-statement, atau buat account untuk melakukan pengecekan transaksi anda di web bank penerbit. Keuntungannya anda tahu berapa kredit yang di gunakan sehingga tahu berapa yang harus di bayar bulan depan. Jika tagihan akan besar siap-siap manuver dengan budget belanja bulanan. Tambahan bonusnya anda tahu jika ada transaksi aneh dan segera melaporkan kepada bank penerbit.

Setelah banyak hal terjadi dengan sang kartu apakah dia menjadi momok buat saya?. saya akan menjawab tidak. banyak momen-momen romantis saya dengannya. seperti ketika saya harus membeli barang via internet. harus membeli tiket online, tapi saya selalu mengingat tag line di web C*T*BANK "use credit wisely"

referensi :

edukasi masyarakat mengenai produk bank:
http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Arsitektur+Perbankan+Indonesia/edukasimasyarakat.htm

cara perhitungan bunga dan tagihan :
http://www.citibank.co.id/IDGCB/APPS/portal/loadPopup.do?path=/promo/det/hit_bunga.htm

cara memilih kartu kredit
http://www.getrichslowly.org/blog/2008/09/09/credit-card-basics-how-to-choose-a-credit-card/

Berlabel:
 
Tentang Penulis

Farida Purnaminingrum

Seorang ibu dengan 2 krucil yang super heboh, nyambi sebagai web developer, sambil curi-curi waktu menjahit.

6 Responses to Membayar hutang kartu kredit

  1. andy doloksaribu mengatakan:

    Mbak, saya juga bermasalah dgn kartu kredit, diatas mbak menuliskan seperti ini : ” Kemudian dari transaksi tarik tunai ini hubungi provider untuk diubah menjadi cicilan tetap dengan tenor tertentu. Setelah itu simpan kartu anda, kalau perlu peti es-kan. ” Ini maksudnya gmn mbak? terimakasih

    andy

  2. Farida Purnaminingrum mengatakan:

    mas @andy : maksudnya begini jika mas andy punya lebih dari 1 kartu kredit, anggaplah 2. Kartu A limitnya 1 juta dan terpakai 1 juta. pasti minimum paymentnya 10 % maka 100 ribu. nah khan tidak bergerak-gerak tuh..
    kartu kredit B memiliki limit mis: 3 juta, terpakai 1 juta. mas andy juga hanya membayar limit, maka pengalaman saya kartu B yang limit 3 juta saya tarik tunai di merchant.. bukan di atm loh ya.. *coba cari di koran biasanya ada iklan bisa tarik tunai gitu”. uang hasil tarikan itu saya buat bayar kartu A. kemudian saya tutup kartu A. selanjutnya saya telp provider kartu B untuk mengubah transaksi saya terakhir menjadi cicilan. bungnya lebih rendah dan saya belajar disiplin. yang terakhir.. jangan pernah bawa-bawa kartu kredit di dompet. percayalah..emergency case tidak terjadi setiap hari, tapi godaan belanja datang setiap saat. semoga segera lunas ya mas hutang kartunya.

  3. jauhari mk mengatakan:

    tulisannya yang menarik, sharing untuk mengingatkan berhati hati menggunakan kartu kredit.
    kartu kredit … kalau tidak bisa mengontrol diri ..bisa menjadi masalah besar.

    jika diperbolehkan saya ingin sharing dan turut membantu orang yang terlilit hutang. tips dan triks saya tulis di blog saya, mudah-mudahan bermanfaat, bisa di baca di http://finplanner-jauhari.blogspot.com/2011/12/ampuunn-saya-terlilit-hutang-gila.html

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>