Minggu siang kemarin CEO membuka front dengan mengusulkan kami sekeluarga harus puasa TV. Artinya TV imut 14 inchi yang menemani saya selama lebih dari 5 tahun dan nangkring dengan sigapnya di ruang tengah harus kami singkirkan. TV yang saya dapat dari jerih payah pertama kali saya mroyek, TV yang menghadirkan derai air mata dan cekikian seru jaman masih kost dahulu. Memang tv imut saya ini punya nilai historis yang cukup mengharu biru (halah).
Sudah sering CEO mengeluh dan protes kalau saya lihat sinetron dan gosip (habis mau lihat apa lagi, adanya cuma itu!) dan ketika si kecil juga ikutan bengong lihat layar TV. Saya setuju 100% dengan segala macam fakta yang di beberkan oleh CEO. Tapi dirumah khan bukan hanya kami bertiga. Ada asisten, ada tante yang tentu saja mereka butuh hiburan.Kemudian bergulirlah ide TV di pindah ke kamar (yang tentunya bukan kamar kami
).
Jadi yang wajib puasa TV kami bertiga. Saya dengan berat hati setuju tapi mengajukan opsi harus ada anggaran yang signifikan untuk belanja buku perbulan he..he. “Harus ada alternatif lain hiburan donk dirumah” bantah saya dengan berapi-api. Bola mata sang CEO langsung berputar (heh..he emang enak), dia tahu gilanya saya kalau di lepas di toko buku.
Dengan senyum simpul dia mengajukan ide “Kita langganan TV berbayar saja. trus di program dengan parenting guard”. “iiiihhh, bukan solusi itu” balas saya lagi. “Loh tapi khan paling tidak isinya lebih bermutu bu, dari pada program yang sekarang” Imbuh CEO. “Iya sih, tapi khan bukan itu esensi awalnya” Saya mulai kalah score. Walhasil masalah ini masih mengambang, bulan depan kami belum puasa TV (yes!!). Tapi saya yakin seyakin-yakinnya diskusi ini akan muncul lagi. Dan saya dapat note merah untuk kebiasaan saya melihat infotainment.
* CEO = suami tercintah!!







Assalammu’alaikum Rida,
apa kabar masih inget daku gak? hehhehe
btw gak apa-apa kok rida pasang TV berbayar, ada acara yangbagus juga untuk anak2, buat ibunya juga ada. buat asisten yah kasih TV biasa aja……
Waalaikum salam mba cici.. duh kangen euy. junior udah berapa? kemaren sempat ngintip di ym jadi gembul ya
miss you mba..