Bahasan
Beberapa daerah menyebutnya dengan “sut”, mungkin karena mudah dalam pengucapan. Permainan ini dikenal juga dengan nama “Semut, Orang, Gajah” (atau diucapkan dengan variasi ketiganya), sesuai dengan analogi yang digunakan di dalamnya.
Permainan ini biasanya dilakukan untuk menentukan giliran dari 2 orang, atau hanya sekedar bermain saja (bisa dibaca: iseng). Cara memainkannya mirip dengan permainan “Batu, Kertas, Gunting”.
Perlengkapan
- Dua orang pemain
Aturan
- Permainan dilakukan satu babak atau lebih (dalam jumlah ganjil).
- Masing-masing pemain menggunakan salah satu jari pada tangan yang digunakan untuk bermain, yaitu:
- Kelingking untuk melambangkan semut.
- Telunjuk untuk melambangkan orang.
- Ibu jari untuk melambangkan gajah.
- Analogi.
- Semut mengalahkan gajah, karena dia bisa masuk ke telinga gajah dan membuatnya geli.
- Orang mengalahkan semut, karena dia bisa membunuh semut hanya dengan meremasnya.
- Gajah mengalahkan orang, karena dengan badannya yang besar dan kuat, dia bisa membunuh orang dengan menyeruduk ataupun menginjak.
Kondisi ini bisa digambarkan ke dalam matrik (baris melawan kolom) berikut:
Semut Orang Gajah - Pemenang.
- Pemenang tiap babak ditentukan oleh pemain yang menunjukkan jari yang menurut analogi adalah menang.
- Pemenang permainan ditentukan oleh pemain yang mengumpulkan angka kemenangan (akumulasi tiap babak) lebih banyak.
Cara Bermain
- Kedua pemain saling berhadapan.
- Salah satu tangan yang digunakan dalam permainan dalam posisi menggenggam (netral) dan ditekuk ke atas.
- Pada waktu yang ditentukan (biasanya dihitung sampai tiga, atau dengan bahasa tubuh), kedua pemain menunjukkan salah satu jari ke depan sehingga keduanya bisa melihat.
- Jika jari yang ditunjukkan kedua pemain sama, maka permainan diulang sampai jadi yang ditunjukkan berbeda, sehingga keluar pemenangnya.







ya ampunnn, si ayah iseng banget nulis mengenai sut.. kalah mulu ya?! sama ibu sampe segitu termotivasinya
Eits, tunggu dulu. Ini awal dari dokumentasi permainan kita jaman dulu (tradisional) maupun sekarang (modern). Tunggu tulisan berikutnya (hom pim pa, engklek, dakon, salnep, dam-daman, sebulan, gaple, dst).