|
Keluarga
Seputar keluarga
Salah Baca
Ditulis Farida Purnaminingrum
Selasa, 10 Juni 2008 09:12 WIB Saya sering salah baca, ini dalam arti sebenarnya. Yang sering kejadian adalah ketika heboh belanja dan naksir berat satu barang dikira murah eh ternyata salah baca nol (yah!!) Lebih heboh lagi saya suka membuat persamaan misal kasur palembang dengan entengnya saya bilang kasur padang, ketika di benarkan denganĀ ngeyel saya bilang toh sama-sama sumatra. Pertama yang agak parah adalah saya salah baca manual memandikan bayi sebelum puput puser. Raka (jagoan saya) hanya saya lap. tanpa di sabun. akibatnya infeksi kulit, merah deh raport saya. Kemarin kena lagi, ceritanya Raka sudah mulai memcoba makanan padat. Mulailah perburuan informasi dari browsing, tanya kanan-kiri, cari foto kopian resep. Pokoknya saya nggak mau semester ini rapor saya merah :D. Dari yang saya baca untuk 6 bulan, pertama kali perkenalan adalah serelia, kemudian sayur baru mencoba buah cukup 1 kali sehari. Makanan yang sama selama 3 hari untuk observasi alergi . Saya dengan muka super duper serius wanti-wanti ke asisten. “Raka cukup makan sekali, makan yang sama selama 3 hari. di catat ya non kalau ada mencret atau merah-merah”. Dengan kidmad Mita(asisten saya) menjawab “iya mba, dan siap-siap mencatat di block note”. 3 minggu berjalan, Seluruh keluarga exciting. Raka baik-baik saja tapi kalau malam kok nyusunya rakus abis. akhirnya kemarin saya coba buka-buka buku manual pemberian makanan padat. La dalah!!! saya salah baca boo.. pemberian makanan dilakukan 1 atau 2 kali dan 1 kali cemilan. ditingkatkan kapasitasnya sesuai minat anak.. Hiks, saya langsung merasa bersalah ke Raka. Malamnya saya membabi buta ke supermarket untuk belanja sayur dan buah. stock raka 3 hari ke depan. Sesampai di rumah, dengan perasaan menyesal cerita ke suami pengennya sih ditenangin, disayang-sayang biar nggak semakin desperado. Tetapi suami saya dengan enteng bilang “Makanya bu.. kalau baca itu yang teliti. Kamu itu kebiasaaan”. Saya sudah siap-siap defend, eh dia dengan enteng nambahin. “Rapornya merahnya udah 2 loohh!!” sambil senyum-senyum menghenaa. Saya janji(berusaha) nggak salah baca lagi deh.. (abis efeknya anak) |
|