Keluarga
Seputar keluarga
Mendampingi Tumbuh

Ditulis Farida Purnaminingrum
Kamis, 24 April 2008 10:37 WIB

Saya sedang asyik-asyiknya jadi orang tua, sinonim dari paduan kata panik, takjub dan trial and error. Setiap hari saya selalu terbengong-bengong dengan ulah si kecil dan berpikir ini apa ya?, saya musti merespond seperti apa?.. Untung otak dan insting saya bukan buatan manusia, Jika iya, saya yakin sudah soak sejak lama.

Semalam Raka (anak semata wayang saya) bisa tidur sendiri tanpa ritual menyanyi satu album dan 8 set goyang kanan kiri. Waktu itu saya sedang asik makan malam dan giliran jaga si ayah. Seperti biasa jika si ayah menjaga Raka. Raka akan guling-gulingan dan ayah asikk membaca koran atau fotokopian.

Tiba-tiba si ayah bilang, “Bu.. lihat raka sudah bisa tidur sendiri.”. Saya langsung lari ke kamar dan melihat dia sudah tidur dengan posisi favorit. “Wah hebat!!”. Kemudian saya kembali ke piring makan malam saya.

Tiba-tiba ada rasa nelangsa. Anak saya tumbuh… mulai bisa melakukan sesuatu sendiri. Dia sekarang tidak harus di nina bobokan untuk tidur. Saya mulai merasa tidak dibutuhkan. Terbayang tahun-tahun mendatang ketika dia harus belajar melakukan sesuatu sendiri dengan segala kemampuannya. Dan saya? Saya hanya boleh melakukan supervisi bukan interfensi. hiks..hiks.

Mendampingi dia tumbuh, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan, ternyata ada bagian di hati saya yang tidak rela.. tapi saya harus rela. duhh.. :(